Ahlan2 Ya Ramadhan

Wahai sekalian manusia, kepadamu telah datang tetamu yang agung, bulan yang agung, yang di dalamnya Allah mengampuni semua kejahatan, menghapus segala dosa, dan membebaskan dirimu dari neraka.

Selamat datang Ramadhan,
duhai kekasih yang datang setiap tahun

Kami menanti kedatanganmu dengan cinta yang berlimpah
padahal cinta yang bukan kepada Tuhan itu dilarang

Maka ampuni dosa kami, Tuhan
lalu tambahkan pula pemberian-Mu yang berlimpah

Jangan hukum kami, kami telah menghukum diri kami sendiri dengan ketidak-tenangan
yang membuat kami bergadang di dalam gelap

Selamat datang Ramadhan…
Engkau kembali lagi kepada kami setelah satu tahun berlalu. Selama satu tahun itu, di antara kami ada yang meninggal dan ada yang lahir, ada yang menjadi kaya dan ada yang menjadi miskin, ada yang berbahagia dalam hidupnya dan ada yang bersedih, ada yang mendapat petunjuk dan ada yang tersesat. Engkau datang kepada kami setelah kami selama setahun penuh mengisi hari-hari kami dengan catatan-catatan kebaikan mahu pun keburukan, yang semua catatan itu akan dibacakan nanti kepada kami di hari perhitungan di hadapan Allah SWT.

“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu [di dunia] apa yang telah Kami kurniakan kepadamu, dan kamu tiada melihat besertamu pemberi syafa ‘at yang kamu anggap bahawa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah [pertalian] antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap [sebagai sekutu Allah].” (Al-An’am: 94)

Lembaran-lembaran amal kami pada hari kiamat itu akan diperlihatkan dan dibacakan kepada kami. Itulah kitab yang berisi perhitungan, yang Tuhan tidak akan salah dan tidak pula lupa padanya sedikit pun.

Allah SWT berfirman,

“Bacalah catatanmu itu. Cukup dirimu yang membuat perhitungan pada hari ini.” (Al-Isra’: 14)

Engkau datang, wahai Ramadhan, untuk berkata kepada mata kami, “Puasalah engkau dari pandangan yang diharamkan, sebelum Tuhan yang Maha Mengetahui menjadi murka lalu engkau dicampakkan-Nya ke dalam api yang berkobar. Maka berpuasalah dari memandang yang haram dan titiskanlah air mata dalam bayang-bayang gelap di kesunyian malam.”Engkau datang, Wahai Ramadhan, untuk berkata kepada lidah kami, “Puasalah engkau dari menggunjing dan mengadu domba, dari berkata-kata kotor dan tidak layak, dan dari mengucapkan pcrkataan yang sia-sia.”

Lidahmu, jangan sekalipun kau gunakan untuk menyebut-nyebut kekurangan orang lain

Semua yang ada padamu adalah kekurangan sedangkan semua orang juga memiliki lidah sehingga dapat melihatnya,

Matamu, jika melihat suatu cela pada orang lain

Katakan kepadanya, “Orang lain juga punya mata yang dapat melihat celaku.”

Engkau datang, Wahai Ramadhan, untuk berkata kepada tangan kami, “Berpuasalah engkau wahai tangan yang pernah menumpahkan darah dan membunuh jiwa yang tidak bersalah, yang pernah menghancurkan rumah, membunuh orang tua dan wanita. Berpuasalah, engkau dari memukul dan membunuh orang lain, dan dari mencuri dan berbuat curang. Berpuasalah engkau dari menerima wang suapan sebelum datang hari kiamat, hari yang tidak berguna lagi permohonan ampun dari orang-orang yang zalim, bagi mereka itu laknat dan tempat kembali yang jelek. Pada hari itu, Allah menutup mulut-mulut mereka sehingga yang berbicara adalah tangan-tangan mereka, dan disaksikan oleh kaki-kaki mereka tentang apa-apa yang mereka perbuat.”

Engkau datang, Wahai Ramadhan, untuk berkata kepada kaki kami, “Berpuasalah engkau dari berjalan ke tempat yang haram, dari melangkah kepada jalan kesia-siaan, penyesalan dan kesesatan, dan pergi ke tempat-tempat yang dimurkai Tuhan pemilik kerajaan langit dan bumi ini, iaitu jalan-jalan yang hina lagi keji. Berpuasalah engkau, wahai kaki.”

Dan Engkau datang, Wahai Ramadhan, untuk berkata kepada perut kami, “Berpuasalah dari memakan makanan yang haram, dan dari memakan riba kerana tubuh yang diberi makan dengan makanan yang haram, nerakalah yang lebih utama baginya. Puasa-lah engkau dari makanan yang diperoleh dari hasil menipu dan memperdaya orang lain sebelum engkau bertemu Allah SWT yang mengetahui apa-apa yang tersembunyi dan tertutup.

Dalam sebuah hadith dari Abu Hurairah disebutkan bahawa Rasulullah saw bersabda, “Allah SWT berfirman, ‘Setiap arnalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa kerana puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya. ‘”

Beliau saw juga bersabda, “Puasa adalah perisai. Maka apabila salah seorang diantara kamu sedang berpuasa, janganlah ia berkata-kata kotor dan bersuara kasar.. Jika seseorang mencacinya hendaklah ia menjawab, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa, (dua kali). Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada minyak miski.”

Petikan dari tulisan Dr. A’id Abdullah Al-Qarni.

p/s-weh sok jgn liat plak nak bgn pagi ha…pose2..hi hi hi

post asal – IslamUnite

    • ryan
    • September 3rd, 2008

    huhu..taw..
    kene ar wat byk ibadat…
    huhu..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: